Home / Kisah Inspiratif / Kekuatanmu Dapat Membunuhmu

Kekuatanmu Dapat Membunuhmu

Kekuatanmu dapat Membunuhmu

Your strength can kill you
Kekuatanmu dapat Membunuhmu

Saya mempunyai seorang teman, kita panggil saja namanya Lintang, dia menghubungi saya minggu lalu. Lintang bekerja di sebuah perusahaan minyak dan baru saja menyelesaikan kontraknya di luar negeri. Biasanya dia selalu memperpanjang kontrak kerja selama 2 tahun.

Seringkali di akhir masa kerjanya Lintang punya 2-3 alternatif, memperpanjang kontraknya atau menandatangani kontrak baru di tempat lain. Masalahnya kali ini, dunia minyak dan gas sedang dilanda krisis. Jadi kontraknya tidak diperpanjang, dan pulanglah dia ke tanah air.

Ternyata di Indonesia industri minyak dan gas juga mengalami situasi yang sama. Mereka juga sedang sangat fokus pada efisiensi dan mungkin harus mempertimbangkan untuk merumahkan pegawai mereka. Jadi Lintang pun kesulitan mendapatkan pekerjaan yang baru.
Padahal karir dia selama hidupnya di minyak dan gas. Dia tidak pernah memikirkan untuk bekerja di industri lain dan bahkan dia juga tidak pernah belajar apa pun selain di industri itu.

Jadi sekarang Lintang makin kesulitan mendapatkan pekerjaan, meskipun tadinya dia selalu dianggap sebagai orang yang hebat di bidang minyak dan gas, makanya kontraknya selalu diperpanjang terus, dengan kenaikan gaji yang lumayan pula.
Lintang pun galau dan kebingungan apa yang harus dilakukan?
———————
Kasus Lintang merupakan kasus klasik di mana seseorang (atau sebuah organisasi) merasa mempunyai kekuatan yang hebat, dan kemudian berhenti belajar dan menganggap bahwa kekuatan itu bisa menjadi modal kuat untuk seumur hidupnya. Saya mempelajari itu sejak kecil.

Tetangga saya adalah seorang penjual kain dan mempunyai kios di pasar. Sebut saja namanya Pak Miko. Pak Miko selalu ke Pasar Klewer di Solo setiap beberapa minggu sekali. Kemudian Pak Miko akan menjual kain di pasar. Pelanggannya adalah para pembeli kain yang kemudian akan pergi ke penjahit untuk menjahitkan kain tersebut menjadi baju sesuai dengan selera mereka.

Pak Miko mempunyai pengalaman yang baik dengan kain corak mana yang akan disukai pelanggannya. Dia juga mempunyai keahlian berkomunikasi yang baik untuk berhubungan dengan pelanggannya.
Dengan kekuatan itu Pak Miko menjadi pedagang yang berhasil dan dia pun menjadi salah satu orang terkaya di kampung kami.

Sampai suatu saat……..
Orang-orang di kampung kami mulai malas menjahitkan baju. Mereka mulai tidak sabar. Mereka mulai beralih ke membeli baju jadi yang sudah siap dipakai.
Pak Miko tidak berfikir ke sana karena dia selalu berfikir bahwa dia adalah penjual kain.
Akibatnya bisnisnya pun pelan-pelan menurun drastis. Dan dari predikat sebagai salah satu orang terkaya akhirnya pendapatannya pun turun drastis.
———————
Apakah anda melihat kemiripan antara kasusnya Lintang dan kasusnya Pak Miko.

Dua-duanya adalah kasus di mana orang terlalu percaya dengan kekuatannya tetapi akhirnya karirnya harus mati pelan-pelan.
Dan itu ternyata tidak hanya berlaku bagi individu. Itu juga berlaku bagi organisasi atau perusahaan.

Kodak mati pelan pelan karena mereka terlalu percaya pada kekuatan mereka (kemampuan membuat tinta cetak foto yang bagus), padahal orang….. lama-lama tidak mencetak foto lagi.
Pada saat mereka telat untuk mengubah diri mereka pun mati pelan-pelan.

Nokia Mobile Phone juga mengalami nasib tragis.
Mereka mempunyai kekuatan di voice quality of the phone and user friendly of the menu. Tetapi pada saat orang tidak lagi menggunakan handphone untuk menelpon dan lebih suka browsing and messaging, they lost their competitive advantage and business performance-nya pun turun menukik tajam.
Juha Akras, HR leader mereka, dalam sebuah interview dengan Business Week menyatakan bahwa yang Nokia hadapi waktu itu adalah “ignorance complacency” dan bukanlah “arrogant complacency”.
Still, it was a compacency case kan? (compacency : the feeling you have when you are satisfied with yourself)
Tidak semua organisasi gagal, ada juga yang berhasil.

IBM berhasil mengubah dirinya dari sebuah product company (mainframe) menjadi service company (consulting service).

Gerai Fuji Image Plaza yang tidak relevan lagi (karena orang tidak mencetak foto lagi), berubah menjadi 7-Eleven, atau Sevel kata anak-anak muda sekarang. And now they are even more succesfull.

So it is difficult but it is not impossible. Mungkin dilakukan sih.

Seperti seseorang yang terbiasa menulis dengan tangan kanan (dan itu menjadi kekuatan), ternyata suatu saat dia kecelakaan dan tangan kanannya patah.
Touch the wood, and hope it will never happen.
Still, seandainya itu terjadi, dan ternyata kita tidak pernah belajar menulis dengan tangan kiri, we will really be in the deep shit, kan?
What is the learning lesson.

Mbok ya kadang kadang belajar menulis dengan tangan kiri?
(Atau sebaliknya, kalau Anda kidal).
Apakah anda harus menunggu untuk patah tangan baru belajar menulis dengan tangan kiri?
Apakah perusahaan harus menunggu untuk bangkrut dulu dan baru mencari kemampuan yang baru?
Apakah anda harus kehilangan pekerjaan dan kesulitan mencari pekerjaan baru sebelum anda mempelajari keahlian yang lain?
Learn to write with both hands.
If one hand cannot write well, practice then.
Learn the new skills for your career, they might save your life!

Jadi bagaimana dong?

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda terapkan.

1. Follow the global trend.
What is happening and what will be happen in the future.
Issue issue green environment sudah ditiupkan sejak tahun 1980-an. Di Eropa malah sudah banyak Partai Politik yang green.
Sejak saat itu …. Tinggal menunggu waktunya bahwa harga minyak akan jatuh.
Dan ini berlaku dalam semua industri.
Kalau anda di dunia photography anda harus ya sudah mengamati bahwa jumlah photo yang dicetak makin lama makin turun.
Kalau anda di banking industry, mestinya anda mengamati bahwa jumlah pelanggan yang pergi ke branch makin sedikit, karena mereka lebih suka menggunakan ATM, digital banking atau mobile banking.
Observe what happen in your industry. Observe what happen with consumer behavior.

2. Identify what are the potential gaps.
Based on your observation, identify what are the new skills that you need to learn.
Pak Miko mungkin harus mengubah bisnisnya menjadi toko pakaian jadi.
Kodak mungkin harus mengembangkan organizational capability dalam digital and software.
What are the new skills that you need to learn?

3. Learn again.
Pelajarilah hal baru tersebut. Make it become a priority.
Mungkin ada yang lebih suka olahraga berlari daripada berenang. Tapi kalau suatu saat anda tenggelam di sungai atau di pantai, anda akan bersyukur bahwa Anda pernah belajar berenang.
Mungkin Anda enjoy dan hobby mempelajari skills yang berhubungan dengan pekerjaan anda yang sekarang. But you never know, a new skills can save your career and your life in the future.

4. Build your network.
Again, enhance your network with people not only from your industry, but from other industry. You will learn more information. And they can share more knowledge when you need them.
Sometimes, when you will need job, they can safe your life.

5. Consider carefuy if you want to stay in this job our change your career.
After looking at the trend and you develop your competences, you need to carefully analyze if you want to stay or you want to move with a new career.
I left Nokia during the glory time, and I got 3 job offers.
I would have more difficulty in finding new jobs if they were already in big difficulty.
I moved from Telco industry to Banking industry 3 years ago.
The timing is everything.
Dont follow Lintang where he only try to find new job when he lost his job.
Actually the best time to find a job is when you still have a job, and you perform well in that job. You will have a strong bargaining and negotiation power.
Jadi kemampuan Anda membaca situasi dan mengambil keputusan yang tepat pada saat yang tepat adalah satu hal yang akan menyelamatkan karier dan hidup Anda.

Remember, your strength can kill you (or your career).
So you better have a plan B to save your career (and your life).

About admin

Check Also

Blind Spot

“Berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak, ajarilah orang benar, maka pengetahuannya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *