Home / Kisah Inspiratif / Finishing Well

Finishing Well

Finishing Well

Aku telah mengakhiri pertandingan dengan baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman (2 Timotius 4:7)

 

Mulai besok hingga tanggal 22 November 2011 akan diselenggarakan Sea (South East Asia) Games di Jakarta dan Palembang. Suatu kejuaraan olahraga  yang cukup bergengsi. Para atlet dari berbagai cabang olahraga akan berlaga mewakili negaranya dalam event ini.

Hal ini mengingatkan saya pada suatu kejadian di olimpiade lari maraton yang diadakan di Mexico City pada bulan Oktober 1968. Mamo Walde, seorang pelari berkebangsaan Ethiopia telah memenangkan pertandingan tersebut sebagai pelari pertama yang mencapai garis finish.

Beberapa saat setelah kemenangan Walde, para penonton mulai beranjak meninggalkan stadion. Tetapi tiba – tiba mereka dikejutkan oleh suara sirine yang berasal dari arah stadion. Tampak seorang pelari memasuki putaran terakhir. Sementara ia berlari tertatih – tatih, penonton dapat melihat kaki pelari itu dibalut dan berdarah. Ia telah terjatuh dan terluka selama perlombaan itu, tetapi ia tidak mau berhenti dan menyerah. Melainkan ia terus berlari hingga mencapai garis finish.

Setelah menyelesaikan pertandingan, pelari yang terluka itu diwawancarai oleh seorang wartawan, mengapa ia tidak mau berhenti dalam keadaan terluka seperti itu, padahal ia toh telah kehilangan peluang untuk memenangkan sebuah medali. Pelari itu menjawab, “Negara saya tidak mengutus saya ke Mexico City untuk memulai perlombaan. Saya diutus untuk mengakhiri dan menyelesaikan perlombaan.”

Seringkali di dalam perjalanan meraih kesuksesan, kita harus mengalami seperti pelari tersebut. Terjatuh, terluka, dan kehilangan kesempatan untuk menjadi yang pertama. Tetapi ingatlah bahwa tujuan kita adalah menyelesaikan dan mengakhiri pertandingan dengan baik. Jika kita tidak mampu berlari, berjalanlah. Jika kita tidak mampu berjalan, merangkaklah. Berusahalah sebaik – baiknya dengan segenap kemampuan yang kita miliki untuk mengakhiri pertandingan dengan baik.

Seperti sebuah lagu pujian yang sangat indah mengatakan:

Dalam sgala perkara Tuhan punya rencana, yang lebih besar dari semua yang terpikirkan. Apapun yang Kau perbuat tak ada maksud jahat, sbab itu kulakukan semua denganMu Tuhan. Ku tak akan menyerah pada apapun juga, sebelum kucoba semua yang ku bisa. Tetapi ku berserah kepada kehendakMu, hatiku percaya Tuhan punya rencana (Ku Tak Akan Menyerah, cipt. Jonathan Prawira)

For blackberry user ( free ): Finishing Well
Choose one: high resolution (1.5Mb) / low resolution (1.0Mb)

About amelia

Check Also

Doa Bapa Kami

JANGAN katakan BAPA… Jika kamu tidak berlaku sebagai ‘anak’ setiap hari… JANGAN katakan KAMI.. Jika …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *